Prosiding : Seminar Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta "Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan Era Revolusi Industri 4.0"

Nur et all, Rizka Prosiding : Seminar Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta "Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan Era Revolusi Industri 4.0". [Prosiding]

[img] Text
21.pdf

Download (478kB)
[img] Text
1.pdf

Download (584kB)
[img] Text
2.pdf

Download (512kB)
[img] Text
4.pdf

Download (413kB)
[img] Text
5.pdf

Download (417kB)
[img] Text
3.pdf

Download (511kB)
[img] Text
6.pdf

Download (415kB)
[img] Text
9.pdf

Download (416kB)
[img] Text
8.pdf

Download (511kB)
[img] Text
10.pdf

Download (414kB)
[img] Text
11.pdf

Download (468kB)
[img] Text
12.pdf

Download (333kB)
[img] Text
13.pdf

Download (440kB)
[img] Text
14.pdf

Download (414kB)
[img] Text
15.pdf

Download (416kB)
[img] Text
16.pdf

Download (415kB)
[img] Text
17.pdf

Download (539kB)
[img] Text
18.pdf

Download (509kB)
[img] Text
19.pdf

Download (512kB)
[img] Text
20.pdf

Download (510kB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi menyebabkan penderitanya mengeluh pusing, nyeri pada tengkuk, tubuh terasa lesu/ lemas serta rasa tidak nyaman lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala hipertensi serta menurunkan tekanan darah dapat melalui terapi slow deep breathing (SDB). Selain dapat membantu menurunkan tekanan darah, slow deep breathing juga dapat membantu merilekskan tubuh karena dapat memenuhi kebutuhan oksigen di otak. Tujuan : Mengaplikasikan hasil penelitian mengenai slow deep breathing dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode : Study evidence berdasarkan dari 5 jurnal nasional dan 5 jurnal internasional, dengan jurnal inti yang berjudul “A Study to Assess the Effectiveness of Breathing Exercise in Lowering High Blood Pressure among Hypertensive Patients at General Hospital, Alnamas, Kingdom of Saudi Arabia”. Aplikasi SDB ini menggunakan desain pretestposttest. Pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil : Nilai systole & diastole mengalami perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan terapi SDB. Rata-rata tekanan systole sebelum SDB yaitu 192 mmHg dan diastole 104 mmHg, sedangkan setelah terapi SDB rerata tekanan systole dan diastole turun menjadi 178 mmHg dan 98 mmHg. Hasil uji paired t-test diperoleh p-value 0,003 dan 0,007 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan antara nilai tekanan darah sebelum dan sesudah terapi SDB pada pasien dengan hipertensi di IGD RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Slow deep breathing yang dilakukan selama 6 s/d 10 kali per menit selama 10-15 menit dengan rutin akan meningkatkan baroreex serta merangsang pelepasan hormon endorphin yang membuat tubuh menjadi relax. ISSN 2715 – 615X Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 12 Oktober 2019 32 Kesimpulan : Slow deep breathing selama 10-15 menit pada pasien hipertensi dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi, Slow deep breathing, t-tes

Item Type: Prosiding
Uncontrolled Keywords: Hipertensi, Slow deep breathing, t-test
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Proceeding
Depositing User: Repository STIKES ICME Jombang
Date Deposited: 20 Oct 2020 04:10
Last Modified: 20 Oct 2020 04:10
URI: http://repo.stikesicme-jbg.ac.id/id/eprint/4281

Actions (login required)

View Item View Item