GAMBARAN KADAR Serum Glutamic Pyruvic Transminase (SGPT) PADA PETANI BAWANG MERAH YANG TERPAPAR PESTISIDA (Studi di Desa Sidokare Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk)

Agustiana, Harvina (2019) GAMBARAN KADAR Serum Glutamic Pyruvic Transminase (SGPT) PADA PETANI BAWANG MERAH YANG TERPAPAR PESTISIDA (Studi di Desa Sidokare Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk). Diploma thesis, STIKes ICMe Jombang.

[img] Text
jurnal vina new.docx

Download (36kB)
[img]
Preview
Text
PSmarkup_Bab 1-6 Harvina.docx(1).pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PSmarkup_Revisi 2 Harvina.docx.pdf

Download (843kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PSmarkup_Revisi 3 Harvina.docx.pdf

Download (745kB) | Preview
[img] Text
KTI UPLOAD - Copy.docx

Download (7MB)

Abstract

Pendahuluan : Indonesia merupakan negara yang agraris sehingga sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktivitas hasil panen, penggunaan pestisida di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun yang ditandai dengan kasus keracunan. Pestisida yang masuk tidak dapat disekresikan dan tersimpan dalam hati yang akan terakumulasi sehingga menyebabkan gangguan organel sel hati, mengakibatkan kerusakan parenkim hati sehingga enzim keluar sel sebagai tanda respon terhadap kerusakan hati maka konsentrasi enzim akan meningkat. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar Serum Glutamic Transminase Pyruvic (SGPT) pada petani bawang merah yang terpapar pestisida. Metode Penelitian :Desain Penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani bawang merah yang terpapar pestisida di jalan klotok desa Sidokare Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 17 orang yang diambil secara purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar SGPT pada petani bawang merah yang terpapar pestisida.Teknik pemeriksaan kadar SGPT menggunakan metode kinetik-IFFC. Analisa data diperoleh dari editing, coding dan tabulating yang kemudian dianalisa kadar SGPT dalam bentuk persentase. Hasil Penelitian : dari penelitian ini berupa data umum dan data khusus. Data umum meliputi jenis kelamin, usia, lama paparan pestisida, dan frekuensi penyemprotan sedangkan data khusus berupa kadar SGPT. Sebagian besar responden yang memiliki kadar diatas normal (abnormal) sebesar 53%. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar SGPT diatas normal (Abnormal). Saran : diharapkan petani dapat mengurangi intensitas penyemprotan dengan menggunakan dosis sesuai anjuran serta menggunakan APD lengkap untuk mengurangi bahaya paparan pestisida terhadap organ Hati.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Petani bawang merah, SGPT, Pestisida
Subjects: R Medicine > RH Health Analyst
Divisions: Program Studi > D3 Analis Kesehatan
Depositing User: User1
Date Deposited: 16 Sep 2019 07:06
Last Modified: 06 Jan 2021 02:47
URI: http://repo.stikesicme-jbg.ac.id/id/eprint/2868

Actions (login required)

View Item View Item